Showing posts with label SLR Camera. Show all posts
Showing posts with label SLR Camera. Show all posts

Saturday, March 13, 2010

Canon EOS 550D (Rebel T2i), now with a resolution of 18 MP




Mobile Gadget22. Canon returned upgrade from their popular DSLR EOS 500D, EOS 550D with the launch (Digital Rebel T2i) with the major changes in the sensor. If the Canon 500D using 15 MP CMOS sensor, Canon's so this time wearing a 18 MP CMOS sensor with gapless micro lens technology (first introduced on the EOS 50D). This sensor technology has the ability to capture light better, so even though this sensor chip has a pixel density, but believed the meeting would not sacrifice quality.

Physically, there is no significant change from 500D to 550D. At the front of the two almost identical except the position of the switch EOS logo in the top position. In the back looks 3-inch LCD screen resolution is 1 million pixels wider usage thanks to an aspect ratio of 3:2 format (not 4:3). EOS 550D is exactly like a miniature of the EOS 7D, not just because of the similarity the sensor, but because it has a modern metering module (iFCL metering zone 63), the same ISO range (100-6400) and the ability of full-resolution video recording 1080i HD movie in 30 fps. Both were wearing DIGIC IV processor-powered.

But of course not all the excess EOS 7D adopted here. EOS 550D is nevertheless remains the same as 500D with 'just' 9 point AF, viewfinder mirror (not prism) and the burst speed is quite slow (3.7 fps). Not to mention the design and material body, EOS 550D is not as solid as his brother segagah and 7D. EOS 550 body is still relatively small, especially in gripnya, while the material body material is plastic (not magnesium alloy). On the positive side, for those of you who do not need all the power of the EOS 7D (such as burst speeds up to 8 fps, or the number of AF points is 19 points, or extra-sturdy body materials plus weather sealed) you can select the EOS 550D is just enough to cost 9 million including kit lens EF-S 18-55mm IS.

Additional: Two new Canon DSLR APS-C class was launched, the EOS 7D for semi-pro class and EOS 550D for a beginner class. But given the EOS 550D is already very advanced for a beginner, we wonder if Canon will also make a real beginner DSLR successor, the EOS 1000D. Let's see ..
From : kamera-gue

Read More  »»

Monday, February 1, 2010

Canon EOS 7D

EOS 7D dasarnya dibuat untuk level pengguna kelas profesional, seperti bagi fotografer profesional yang telah terbiasa menggunakan seri EOS 1D. Menyusul kesuksesan para pendahulunya yakni 10D, 20D, serta 30D nampaknya kamera ini dibuat untuk menandingi Nikon sang rival terdekat mereka dengan kamera sekelas D300 ataupun D200. Belum lagi Sony yang juga mengeluarkan A700 yang juga menjadi incaran beberapa fotografer.


Body Luar: Kesan Pertama EOS 7D

Kesan pertama saat melihat kamera ini adalah bentuknya yang telah mengalami perbedaan dengan versi pendahulunya, yakni EOS 50D serta 5D Mark II. Tentu saja semua fans EOS berharap 7D tak sekadar 'ganti baju', dengan sensor yang lebih baik belaka tentunya. Karena kini 7D telah berbekal sensor sebesar 18 MP. Jika dibanding 7D, display 50D nampak sedikit lebih tinggi. Panel yang dulunya terdapat di bagian bawah display, pada 7D telah berpindah ke bagian kiri. Kemudian tombol panel video kini telah muncul di sebelah kanan viewfinder. Rata-rata ukuran tombol pada EOS 7D kini juga sedikit lebih besar. Perubahan signifikan lain juga terletak pada desain panel lock, di sisi kanan bawah.

Dengan 'jendela' APS-C yang mirip 50D, kamera ini tentunya jeroan 7D tak berfitur sama seperti saudara tuanya tersebut. Pasalnya dalam body 7D telah dibenamkan otak ganda yakni prosesor Dual Digic 4, dengan AF sebesar 19 titik poin, serta mekanisme baru yang memungkinkan kamera ini untuk melakukan continuous shooting sekitar 8 frame rate/second. Alhasil pastinya kamera ini lebih 'pintar' dan cepat dalam menangkap suatu objek, untuk mengabadikannya dalam sebuah hasil foto. Apalagi kini kamera ini dibekali dengan lensa kit berjenis EF/ EF-S (1,6 x field crop) yang sedikit memuaskan, yakni sebesar 18-135mm. Satu hal yang sedikit disayangkan, yakni kamera ini belum full-frame.


Selain berbekal kontrol wireless flash, Canon juga masih menyediakan fitur perekaman video full HD 1080p, dengan kontrol manual lensa milik 7D tentunya. Untuk masalah display kamera DSLR ini memiliki teknologi Clear View II LCD display sebesar 3 inchi, dan dilengkapi pembesaran sebesar 1.0x serta 100% coverage viewfinder.

Dilihat dari sisi body, EOS 7D terasa sedikit berat dan mantap untuk dijinjing, apalagi dengan balutan magnesium alloy di sekelilingnya. Hal ini seolah menambah rasa percaya diri, saat mengambil foto dengan kecepatan rendah. Sebenarnya kamera ini memiliki segel-segel pelindung yang terdapat di beberapa sela-sela body magnesium aloy nya. Canon sendiri mengklaim bahwa dengan fitur tersebut kamera ini bakal 'tahan cuaca' dalam kondisi pemotretan seekstrim badai, salju, ataupun hujan.

Jeroan EOS 7D

- Sensor:
Berdasarkan data resmi Canon, EOS 7D dibekali prosesor DUal DIGIC 4, dengan CMOS sensor berukuran 22.3 x 14.9 mm, 3:2 aspect ratio, serta RGB Color Filter Array. Selain itu dijelaskan juga bahwa sensor ini masih dilengkapi dengan Built-in fixed low-pass filter (dengan self-cleaning unit).

- Format Foto dan Video :
EOS 7D dapat menyimpan gambar dengan format RAW atau JPEG dengan perincian pixel sebagai berikut:
RAW
- 5184 x 3456
- 3888 x 2592
- 2592 x 1728
JPEG
- 5184 x 3456
- 3456 x 2304
- 2592 x 1728

Sementara untuk format video, EOS 7D mampu menyimpan format berjenis file .mov dengan ukuran mulai 640 x 480 (59.94, 50 fps) untuk formay paling kecil, 1280 x 720 (59.94, 50 fps) untuk format HD, dan 1920 x 1080 (29.97, 25, 23.976 fps) untuk full HD.

- Sensitivitas ISO
Untuk ukuran ISO EOS 7D memiliki range antara 100-6400, sementara untuk mode Auto ISO nya kamera ini menjangkau 100-3200. Jika kurang, pengguna bisa melakukan push ISO hingga 12800.

- White balance & Picture Style
Mode untuk white balance adalah sebagai berikut:
- Auto (AWB)
- Daylight
- Shade
- Cloudy
- Tungsten
- White Fluorescent light
- Flash
- Custom
- Kelvin (2500 - 10000 K)

Sementara untuk picture style nya, kamera ini mempunyai mode sebagai berikut:
- Standard
- Portrait
- Landscape
- Neutral
- Faithful
- Monochrome
- User def. 1
- User def. 2
- User def. 3


CMOS 18 MP, AF 19 Titik Poin

Kamera ini memiliki sensor sebesar 18 MP. Dengan sensor APS-C tersebut, rasio noise yang dihasilkan kamera ini terasa lebih baik daripada seri EOS 50D. Canon mengklaim, mereka telah mengurangi jarak antara lensa mikro dan foto dioda yang menyebabkan cahaya lebih mudah masuk. EOS 7D juga dilengkapi Auto-Focus (AF) sebanyak 19 sensor titik poin. Pengguna juga dapat memilih mode manual titik poin yang akan digunakan. Pengoperasiannya pun mudah. Untuk masalah sistem metering Canon memiliki fitur Focus Color Luminance (iFCL) yang baru, yang mengukur warna, fokus dan luminance menyilang sebanyak 63 zona.


Port Konektivitas dan Paket Software

EOS 7D memiliki port konektivitas yang terletak di sisi kiri body kamera. Berbalut karet yang dapat ditarik, di dalamnya terdapat input mic, USB 2.0, serta mini HDMI. Sayang seperti beberapa produk lain milik Canon, EOS 7D juga tak dilengkapi kabel HDMI. Untuk masalah software, di dalam box EOS 7D juga telah disertakan beberapa software Canon EOS Solution Disk v21.0 yakni: EOS Utility 2.7, ZoomBrowser EX 6.4, PhotoStitch 3.1, picture style editor 1.6, serta Digital Photo Profesional 3.7.


Fitur Video, Full Manual Tanpa Upgrade Firmware
Tak seperti EOD 500D dan 5D Mark II yang harus mengupgrade firmwarenya terlebih dahulu, kini EOS 7D hadir dengan fitur video dengan full kontrol manual melalui shutter ataupun aperture. Feel yang didapat saat mencari gambar dengan kekuatan lensa, shutter ataupun aperture secara manual rasanya sedikit seperti menggunakan kamera broadcast sekelas XL-1, namun ini lebih compact.

Dengan format video .mov mpeg-4 AVC dari codec H.264 untuk video dan PCM 44,1 khz mono untuk audio, EOS 7D menawarkan pilihan video full HD (1080p) pada modus 24, 25 atau 30 fps. Selain itu masih ada pilihan 720p serta VGA. Modus 1080p dan 720p EOS 7D ini merekam file berukuran sekitar 5,5 MB/detik. Sementara untuk VGA adalah sekitar 2,8 MB/detik. Untuk masalah waktu Canon memberi batasan 12 menit untuk HD dan 24 menit untuk VGA.

Dengan kemampuan di atas, kamera DSLR profesional ini mampu menjadi sebuah camcorder yang lumayan mumpuni. For more info please VISIT
Read More  »»

Tuesday, December 8, 2009

Sony Alpha A230, A330, dan A380




Sony mengumumkan tiga buah kamera DSLR terbarunya yang ditujukan untuk kelas pemula, yakni Alpha DSLR A230, Alpha A330, dan Alpha A380. Ketiga kamera ini ditujukan bagi para pengguna kamera saku digital yang ingin pindah ke kamera DSLR. A230 dan A330 adalah kamera 10 megapixel yang hadir menggantikan A200 dan A300, dengan kisaran harga US$550 dan US$650. Sedangkan A380 adalah kamera 14.2 megapixel pengganti A350, yang dibanderol sekitar US$850.
Ketiga kamera ini menggunakan sensor CCD ukuran APS-C, sensor gambar Bionze, lensa autofocus Konica Minolta, blitz(lampu flash) terintegrasi, image stabilizer, serta layar LCD berukuran 2.7 inci.
Sony juga menambahkan slot kartu memory, baik untuk format memory stick, maupun format SD/SDHC. Selain itu, kamera-kamera ini juga menghadirkan interface baru yang akan mempermudah para pengguna SLR untuk memahami penyetelan dan penyesuaian kamera.
Ketiga kamera Sony terbaru ini juga mempunyai port HDMI video untuk melihat foto melalui TV high definition. Sayangnya, produk Sony ini tidak menyediakan fitur perekaman video.
Sony mengumumkan tiga buah kamera DSLR terbarunya yang ditujukan untuk kelas pemula, yakni Alpha DSLR A230, Alpha A330, dan Alpha A380. Ketiga kamera ini ditujukan bagi para pengguna kamera saku digital yang ingin pindah ke kamera DSLR. A230 dan A330 adalah kamera 10 megapixel yang hadir menggantikan A200 dan A300, dengan kisaran harga US$550 dan US$650. Sedangkan A380 adalah kamera 14.2 megapixel pengganti A350, yang dibanderol sekitar US$850.

Ketiga kamera ini menggunakan sensor CCD ukuran APS-C, sensor gambar Bionze, lensa autofocus Konica Minolta, blitz(lampu flash) terintegrasi, image stabilizer, serta layar LCD berukuran 2.7 inci.
Sony juga menambahkan slot kartu memory, baik untuk format memory stick, maupun format SD/SDHC. Selain itu, kamera-kamera ini juga menghadirkan interface baru yang akan mempermudah para pengguna SLR untuk memahami penyetelan dan penyesuaian kamera.
Ketiga kamera Sony terbaru ini juga mempunyai port HDMI video untuk melihat foto melalui TV high definition. Sayangnya, produk Sony ini tidak menyediakan fitur perekaman video.
Read More  »»

Thursday, November 19, 2009

Pentax K-7


Pentax baru saja meluncurkan kamera digital SLR terbaru, Pentax K-7. Kamera Digital Single Lens Reflex (DSLR) beresolusi 14.6 megapixel ini ditujukan bagi para fotografer professional karena menyediakan preview framing dengan akurasi mendekati asli, dan mendukung berbagai jenis lensa. Kamera K-7 ini menawarkan beberapa keunggulan, yakni body yang lebih kokoh, lebih ringan, dan kemampuan untuk merekam video berdefinisi tinggi.
K-7 yang kompatibel dengan berbagai lensa Pentax ini memiliki ukuran body yang 7 kali lebih kecil dari seri Pentax pendahulunya, K20D, serta 25% lebih kecil daripada kamera seke;as dari merk lain. Selain itu, body kamera ini dinuat dari campuran magnesium sehingga memiliki ketahanan yang lebih kuat. Sensor yang dimiliki kamera ini memungkinkan pengguna untuk mengabadikan potret dalam ukuran poster, sekaligus fleksibilitas untuk melakukan cropping.

Berbagai fitur disematkan pada Pentax K-7, seperti video recording dengan kecepatan 30 fps. Selain itu, kamera ini juga menyediakan port HDMI untuk emlihat hasil foto melalui TV HD. K-7 memiliki fungsi mirror lock-up untuk menghilangkan gambar kabur akibat pergerakan saat kecepatan rana yang rendah, serta fitur penyelaras komposisi saat tripod kamera digunakan.
Read More  »»

Tuesday, November 10, 2009

Nikon D3000



price: Rp 6,050,000.00
Setelah lama mengandalkan Nikon D40 dan Nikon D60, Akhirnya Nikon merilis kamera baru untuk kelas entry level DSLR atau DSLR untuk pemula. Sekilas, body Nikon D3000 ini mirip kakaknya, Nikon D5000 yang semula dirumorkan sebagai pengganti D40/D60 sebagai DSLR untuk pemula dari nikon. Masih tetap mengandalkan resolusi 10,2 MP namun menggunakan sensor CCD, tidak seperti kakaknya yg menggunakan sensor CMOS, Walaupun kit lensa bawaan tetap sama, yaitu AF-S 18-55mm VR, baik untuk Nikon D5000 maupun Nikon D3000.
Nikon D3000 seharga 6 jutaan ini ibarat D60 yang barbaju baru, banyak fitur yang nyaris sama. Memang ada perbaikan atau peningkatan di beberapa sisi semisal : 11 titik autofokus, sebelumnya hanya 3 di D40/D60. Kemudian ada fitur menarik, yaitu 3D AF tracking, sebelumnya tidak ada di D40/D60. Hal lain yg terlihat berbeda pada Nikon D3000 ini adalah LCD 3″, sebelumnya 2,5″.
Harga Nikon D3000 diperkirakan sama dengan d60, yaitu sekitar 6 jutaan. DSLR untuk pemula ini merupakan downgrade bila fiturnya dibandingkan dengan kakaknya, nikon D5000. Ada beberapa hal yg dihilangkan untuk menjadikan D3000 ini berharga lebih murah. Antara lain : sensor CMOS 12 MP (persis sama seperti D90), rentang ISO 200-3200, kinerja burst 4 fps (pada D3000 hanya 3 fps, HD movie – LCD lipat – live view, lima pilihan mode Active D lighting (pada D3000 hanya ADL on/off saja), koreksi CA secara otomatis serta in-camera retouch yang lengkap. Namun ada juga fitur baru yang cocok ditanamkan pada DSLR untuk pemula, yaitu built in tutorial. Kita bisa mempelajari fitur2nya tanpa menggunakan buku manual, tapi langsung pada layar LCD Nikon D3000 ini.

Main Features
  • New Guide mode provides in-camera assistance for making camera settings and utilizing professional techniques
  • Large 3.0-in., approx. 230k-dot LCD with brightness adjustment
  • Nikon DX-format CCD image sensor, 10.2 effective megapixels
  • Integrated Dust Reduction System
  • Nikon’s exclusive EXPEED image processing system
  • Six scene modes that automatically adjust exposure, image processing, and other settings for superior image quality
  • Scene Recognition System, utilizing 420-pixel RGB sensor, improves autofocus, auto exposure and auto white balance performance
  • Active D-Lighting for smooth tone reproduction in high-contrast environments
  • Multi-CAM 1000 autofocus sensor module featuring 11 AF points provides fast and precise autofocus coverage across the frame
  • Picture Control System includes Portrait and Landscape options for more vibrant customized colors
  • Extensive palette of in-camera Retouch Menus including a new Miniature effect that modifies images to look like pictures of miniature models
  • Wide sensitivity range of ISO 100 to 1600; a Hi 1 setting increases sensitivity to ISO 3200
  • Viewfinder with approx. 95% frame coverage and an easy-to-view 18 mm eyepoint (at -1.0 m-1)
  • Up to 3 fps continuous shooting
  • Built-in pop-up flash with Nikon's original i-TTL flash control
  • Highly efficient energy-saving design that allows approx. 550 images on a single charge of the Rechargeable Li-ion Battery EN-EL9a (CIPA standard, with AF-S DX NIKKOR 18-55mm f/3.5-5.6G VR and flash fired at full power once every other shot.)
  • Included Nikon ViewNX software makes browsing and organizing your images easy
  • Optional photo-editing software Capture NX 2 allows quick and easy photo editing
  • Lightweight, compact body with softly rounded form
Read More  »»

Monday, November 9, 2009

Canon EOS 500D

price: Rp.8,200,000.00

Kamera DSLR Canon EOS 500D ini merupakan andalan terbaru Canon untuk terus menguasai segmen Entry Level DSLR, melanjutkan kisah sukses kakaknya yaitu Canon EOS 450D. Tidak mau mengulangi kesalahan yang sama saat meluncurkan Canon EOS 1oooD yang terbilang gagal di pasaran. Secara fisik, seri ini nyaris sama dengan kakaknya, bodynya terbuat dari plastik hitam memakai rangka baja stainless. Perbedaan signifikan selain mode video adalah sensor CMOS 15 MP yang terpasang pada Canon EOS 500D ini.

Fitur Baru dan Spesifikasi Canon EOS 500D :
Sensor CMOS 15 MP APS-C (sama dengan EOS 50D)
ISO 100 – 3200 (maks ISO 12.800)
3.4 fps continuous shooting
LCD 3 inci beresolusi 920.000 pixel (sama seperti EOS 5D mark II dan EOS 50D)
Shutter speed : 30 detik sampai 1/4000 (sama dengan EOS 450D)
9 titik Auto Fokus (sama dengan EOS 450D)
sistem anti dust pada sensor CMOS
Lensa kit EF-S 18-55mm IS
Canon EOS 500D menunjukkan bahwa Canon terlihat tidak main2 dengan produknya kali ini. Sejumlah fitur yg sebelumnya hanya terdapat pada mid-level DSLR disertakan pula pada seri EOS 500D ini, semisal pada Nikon D90 yaitu kemampuan merekam video HD 1920 x 1080 (20 fps) / 1280 x 720 (30 fps) dengan teknik kompresi H.264. Harga Canon EOS 500D untuk pasaran jakarta sekitar Rp 9 jutaan. Pesaing sejati Canon, Nikon pada saat yang hampir bersamaan meluncurkan Nikon D5000 untuk menjawab tantangan Canon EOS 500D

Features
12.3-megapixel DX-format CMOS image sensor: Coupled with Nikon's EXPEED image processing and NIKKOR optics, breathtaking picture quality is assured.
D-Movie Mode with sound: Record 720p HD movie clips enhanced by NIKKOR interchangeable lens quality and versatility.
Vari-angle color LCD monitor: Position the 2.7-inch monitor freely for fresh shooting perspectives. Screen flips inward for safe keeping.
19 Auto-exposure Scene Modes: Capture stunning photos in challenging picture-taking situations including Sunsets, Candlelight, Silhouette, Portrait, Landscape, Beach/Snow and more.
One-button Live View: Easy Live View access offers 4 autofocus modes, including Face-priority AF.
Continuous shooting as fast as 4 frames per second: Combined with fast power-up and split-second shutter response, decisive moments are captured easily without annoying shooting lag.
Low noise ISO sensitivity from 200 to 3200: Engineered for exceptional low-light shooting.
Built-in image sensor cleaning: Effective 4-frequency, ultrasonic sensor cleaning keeps images spot free.
11-point Autofocus System with 3D Focus Tracking: Fast and accurate autofocus delivers razor sharpness.
Auto Active D-Lighting: Restores lost shadow and highlight detail in high contrast exposures-Selectable and Auto modes available.
In-camera Retouch image editing: Creative in-camera image editing, featuring Soft Filter, Straighten, Color Outline Effect, Perspective Control, Red-eye Correction, Image Overlay, Monochrome and more-all without a computer.
Picture Control Settings for personal image control: Standard, Neutral, Vivid, Monochrome, Portrait, Landscape and 9 customizable settings.
Nikon 3D Color Matrix Metering II: Nikon's renowned 420-pixel RGB 3D Color Matrix Metering II, teamed with the exclusive Scene Recognition System, evaluates each scene for unmatched exposure accuracy.
Durable, high precision shutter: Testing to over 100,000 cycles assures precision and long shutter life.
GPS Geo-tagging: GP-1 GPS unit (optional) automatically identifies and records every image's latitude, longitude and altitude, with satellite time-of-day.
Lens Vibration Reduction: Minimizes image blur caused by camera shake, enabling sharper pictures hand-held at shutter speeds up to three stops slower than would otherwise be possible.
Lens Optics: One hybrid aspherical lens element minimizes various types of lens aberration.
Lens SWM (Silent Wave Motor): The improved SWM built into the lens offers smooth and quiet autofocus performance.
Lens Rounded Diaphragm: The rounded diaphragm opening (7 blades) makes out-of-focus elements appear more natural.
Read More  »»

Sunday, November 8, 2009

Canon EOS 1DS Mark III


price: Rp.64,597,000.00
Features
  • Superb image quality: entirely new 21.1 Megapixel Full-Frame Canon CMOS Sensor, Highlight Tone Priority, and 14-bit A/D conversions for outstanding color tones.
  • Dual "DIGIC III" Image Processor for excellent image quality and processing speed.
  • Live View Function capabilities, displayed on the large 3.0-inch LCD monitor.
  • Outstanding durability thanks to a shutter durability-tested to 300,000 cycles, dust- and water-resistant design, and EOS Integrated Cleaning System.
  • Up to 5 fps, burst rate up to 15 consecutive RAW images or 45 full-resolution JPEGs, and compatible with newest UDMA high-speed CF cards.
  • Fast and precise AF system, with 19 high-precision, cross-type AF points with f/2.8 or faster lenses and 26 additional "Assist Points".
  • Compatible with wireless file transmitter WFT-E2A, extensive remote control accessories, and 15 different interchangeable Ec-series focus screens.
Read More  »»

Tuesday, October 13, 2009

NIKON D3X



Nikon secara resmi merilis kamera digital SLR terbarunya, Nikon D3X. DSLR untuk kelas professional ini dilengkapi dengan senseor gambar sebesar 24.5 megapixel dan mampu memotret burst pada resolusi penuh sampai dengan 5 gambar per detik.
Jika resolusi dikurangi hingga 10.5 megapixel, Nikon D3X mampu memotret hingga 7 gambar per detik.
Nikon D3X mampu memotret dengan format TIFF, JPEG, dan RAW dengan format kompresi 12-bit dan 14-bit. Gambar-gambar dapat disimpan pada kartu memory CF dan kamera ini mempunyai dua slot CF dan mampu membaca gambar 35 MB per detik.
Rentan ISO Nikon D3X adalah ISO 100-ISO 1600 dan dapat dikembangkan menjadi ISO 50 dan ISO 6400. Nikon mengklaim pada ISO 6400 gambar akan tampil tanpa grain atau bintik-bintik.
Waktu start-up hanya mencapai 0.12 detik dengan shutter release lag 0.04 detik. Nikon mengaplikasikan fitur Scene Recognition System pada Nikon D3X untuk emnentukan pencahayaan otomatis, white balance, dan kalkulasi otomatis fokus secara cermat. Database internal pada Nikon D3X menyimpan 30.000 gambar berbeda, membuat seleksi gambar dapat dipilih dengan tepat.
Sistem otofokus yang dimiliki Nikon D3X ini menggunakan 51 titik dan mempunyai 15 sensor tipe silang bersamaan dengan 36 sensor horizontal untuk mengunci objek bergerak.
Layar LCD 3 inci memberikan 920.000 titik resolusi dan mendukung fitur Live View dan baterai D3X mampu memotret hingga 4400 gambar hanya dengan satu kali isi baterai.
Read More  »»

Thursday, October 8, 2009

Canon EOS 450D




Inilah generasi penerus EOS 400D yang hadir dengan banyak peningkatan fitur dan kini dengan resolusi 12.2 MP CMOS sensor. Generasi anyar entry level dari Canon yang telah mendukung semua jenis lensa Canon EF and EF-S ini kini menggunakan 14-bit A/D converter, memiliki AF sensor yang lebih baik (meski tetap 9-points) dan mengandalkan DIGIC III image processor. Yang istimewa, di layarnya yang berukuran 3 inci ini bisa dipakai untuk mengambil gambar berkat sistem live view. Sistem live view ini juga didukung oleh fitur auto fokus yang fleksibel, yaitu metoda auto fokus memakai phase detect (standar SLR umum) atau contrast detect (standar kamera saku). Tersedia pilihan ISO mulai dari 100 hingga 1600 (dan kini terdapat indikator ISO pada viewfinder), burst mode 3.5 fps hingga 6 RAW atau 45 JPEG, cukup mengagumkan. Terdapat juga spot metering (4% area coverage), suatu fitur metering yang absen di seri-seri sebelumnya. Yang baru, terdapat fitur Auto Lighting Optimizer yang memperbaiki brightness dan kontras secara otomatis. Fitur lama yang tetap ada adalah dust reduction system untuk mengurangi debu yang menempel pada sensor. Tidak seperti seri sebelumnya yang memakai memori CompactFlash, kini EOS 450D memakai slot memori SD/SDHC yang lebih murah. Selain itu, tersedia asesori battery grip BG-E5 untuk pemotretan vertikal, dan berguna sebagai tambahan daya apabila baterai utama LP-E5 lithium-ion ini dirasa kurang cukup. Bodi EOS 450D juga mengalami sedikit perubahan dengan ergonomi yang agak lebih baik dan nyaman. Sebagai lensa kitnya kini tersedia versi IS dari Canon EF-S 18-55mm yang optiknya telah disempurnakan.

Read More  »»

Sunday, October 4, 2009

Nikon D5000 DSLR




Seperti judul posting ini, merupakan senjata baru Nikon untuk melawan dominasi Canon di kelas Entry Level DSLR. Belum lama ini Canon meluncurkan Canon EOS 500D yg langsung merebut perhatian kalangan fotografi karena perbandingan price/performance yg baik. Harga Nikon D5000 ini sekitar Rp 9,5jt rupiah untuk pasaran jakarta. Nikon mengincar segmen fotografer pemula yang ingin upgrade atau pengguna kamera saku yang sudah mahir berpengalaman. Fitur hampir sama dengan D90 dengan skala yang lebih kecil. Dengan bodi yang lebih kecil, Sensor 12,3 MP CMOS , live view, 720p movie mode, layar 2,7 inci dll. Dari sekian banyak lini produk DSLR nikon, baru Nikon D5000 DSLR ini lah yang menggunakan layar putar (swivel).

Fitur dan Spesifikasi Nikon D5000 DSLR
  • 12.9 megapixel DX-format CMOS sensor (effective pixels: 12.3 million)
  • 2.7″ tilt and swivel LCD monitor (230,000 dots)
  • Movie capture at up to 1280 x 720 (720p) 24 fps with mono sound
  • Live View with contrast-detect AF, face detection and subject tracking
  • Image sensor cleaning (sensor shake)
  • 11 AF points (with 3D tracking)
  • IS0 200-3200 range (100-6400 expanded)
  • 4 frames per second continuous shooting (buffer: 7 RAW, 25 JPEG fine, 100 JPEG Normal)
  • Expeed image processing engine
  • Extensive in-camera retouching including raw development and straightening
  • Connector for optional GPS unit (fits on hot shoe)
  • New battery with increased capacity
  • 72 thumbnail and calendar view in playback


Dari spesifikasi Nikon D5000 DSLR diatas terlihat bahwa Kamera ini ibarat anak tengah yang berada diatas sang adik Nikon D60 dan sang kakak Nikon D90. Ada bebrapa fitur yang menyamai D90 yang notabene lebih mahal antara lain sama-sama memakai sensor CMOS 12 MP, 11 titik AutoFokus dan 12 bit engine, jadi hasil foto keduanya sama saja. Tapi ada juga yg masih sama dengan adiknya, yg lebih murah, antara lain tidak adanya motor autofokus pada body, sehingga jika ingin pake fitur autofokus, user Nikon D5000 DSLR harus memakai lensa dengan built in motor AF.
Read More  »»

Monday, September 28, 2009

Pentax K200D

Generasi penerus dari Pentax K100D ini kini mengusung resolusi 10.2 MP dengan sensor CCD, dan masih mewarisi fitur istimewa yaitu sistem anti shake pada bodi (dengan sensor shift) sehingga semua lensa Pentax K-mount yang dipasang otomatis jadi memiliki sistem stabilizer. Berbekal engine PRIME (Pentax Real Image Engine), urusan fokus mengandalkan 11 titik AF SAFOX VIII. Ukuran layar yang sebesar 2.7″ LCD dengan 230 ribu pixel dan juga terdapat status LCD di bagian atas. Yang cukup jarang, bodi K200D telah dirancang untuk tahan cuaca dan debu, suatu fitur yang layak diacungi jempol. Tersedia nilai ISO dari 100 hingga 1600 dan file format RAW yang dapat diambil hingga 4 gambar pada 2.8 fps namun belum diketahui kapasitas memori buffernya (pada K100D masalah utamanya adalah kapasitas memori buffer yang terbatas menyulitkan saat continuous shooting). Sistem dust reduction juga tersedia pada K200D, dimana debu yang menempel pada sensor akan dibersihkan otomatis. Fitur yang cukup bermanfaat adalah Expanded Dynamic Range function, mirip seperti Canon atau Sony, untuk menaikkan dynamic range. Selain itu, tersedia asesori battery grip untuk pemotretan vertikal, dan berguna sebagai tambahan daya apabila baterai utama 4x AA ini dirasa kurang cukup. Untuk lensanya, tersedia pilihan lensa kit Pentax-DA 18-55mm AL generasi ke-II.
Read More  »»

Thursday, September 24, 2009

Nikon D60



Tidak banyak yang berubah dari kelanjutan Nikon D40x ini. Kini Nikon D60 muncul dengan resolusi yang tetap sama yaitu 10.2MP CCD bahkan dengan bentuk dan desain yang sama seperti D40/D40x. Menjadi DSLR paling kecil di pasaran, Nikon D60 tetap mempertahankan ergonomi dan desain bodi yang baik dan nyaman. Sayangnya kekuatan Nikon dalam hal ergonomi tidak diikuti peningkatan fitur yang berarti, katakanlah masih tetap menggunakan 3 AF points dan tanpa disertai motor AF pada bodi. Kini dengan branding Expeed image processing, Nikon hendak menawarkan solusi DSLR entry level yang simpel namun memiliki kemampuan tinggi. Masih mengusung layar yang berukuran 2.5″ dengan resolusi 230 ribu pixel (kini terdapat sensor yang mematikan LCD bila anda menggunakan optical viewfinder), Nikon D60 juga tidak dilengkapi fitur live view layaknya Canon EOS 450D. Tren fitur anti debu juga diterapkan Nikon pada D60 ini dengan “Airflow Control System” yang meniup debu pada sensor. Tersedia pilihan ISO dari 100 hingga 1600 dan fitur Auto ISO yang bermanfaat. Yang baru, terdapat fitur Active D-Lighting yang menerangi bagian gelap pada foto akibat kontras tinggi. Baterai EN-EL9 lithium-ion battery mampu bertahan hingga 500 shot namun tanpa didukung asesori battery grip resmi. D60 dijual menjadi satu paket bersama lensa kit baru AF-S 18-55mm VR.

Read More  »»

Friday, September 4, 2009

Sony A200


Sukses membeli divisi kamera Minolta, Sony juga memperbarui jajaran DSLR entry levelnya dengan meluncurkan Alpha series baru dengan resolusi 10.2 MP APS-C CCD sensor yang juga dilengkapi Super SteadyShot dengan sensor shift. Menggunakan Minolta/Sony Alpha lens mount dengan 1.5X crop factor, A200 kini dilengkapi dengan 2.7″ LCD yang sayangnya tanpa dilengkapi dengan live view (meski tetap memiliki sistem anti debu seperti seri sebelumnya A100). Sistem AF 9 points dengan TTL CCD line sensor membuat performanya diklaim 1.7x lebih baik daripada pendahulunya. Tersedia pilihan ISO dari 100 hingga 3200 dan memakai Bionz Image Processor yang memiliki fitur Dynamic Range Optimizer (DRO) yang cukup bermanfaat. Continuous shooting cukup mengesankan dengan 6 RAW atau unlimited JPEG dengan 3 fps. Sony rupanya cukup berbeda dengan memakai memori jenis CompactFlash Type I/II. Selain itu, tersedia asesori battery grip VG-B30AM untuk pemotretan vertikal, dan berguna sebagai tambahan daya apabila baterai utama NP-FM500H lithium ini dirasa kurang cukup. Sebagi lensa kit masih menggunakan SAL DT 18-70mm.


Read More  »»